EVOLUSI telah memberikan manusia bermacam mekanisme untuk menghadapi tantangan hidup dan perubahan karena tubuh kita diatur secara biologis dengan proses fisiologis yang kompleks untuk membuat kita merasa nyaman. Namun, terkadang mengabaikan kebutuhan biologis dapat menyebabkan stres, yang tentunya merugikan kesehatan.
Kita hidup dalam dunia yang sangat penuh tekanan dan tuntutan di mana pikiran dan tubuh terlalu banyak bekerja. Studi terbaru menunjukkan, 70 persen dari semua kunjungan dokter berkaitan dengan stres dan 40 persen dari masalah karyawan berhubungan dengan stres. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, stres dapat merusak kesehatan dengan gangguan seperti kecemasan, kelelahan, depresi, insomnia, dan lainnya.
"Langkah pertama menghindari diri dari stres adalah belajar mengenali kapan Anda merasa stres. Tanda-tanda peringatan dini stres, termasuk ketegangan pada bahu dan leher atau mengepalkan tangan," jelas Dr Surapong Ambhanwong, Kepala Medical and International Business Officer Phyathai Group of Hospitals, Bangkok, Thailand.
Langkah selanjutnya, ditambahkan Dr Surapong, adalah mengubah cara menghadapi stres atau bila memungkinkan, cobalah untuk menghindari situasi yang memberikan tekanan. Kerap terjadi, orang menghadapi stres dengan cara yang salah.
Survei 2007 yang dilakukan oleh kelompok advokasi Kesehatan Mental Amerika menemukan bahwa seringkali kita terus-menerus menghadapi stres berkelanjutan dengan menonton televisi, mengonsumsi makanan kurang sehat, dan tidak berolahraga. Parahnya lagi, orang stres dapat berpaling pada alkohol dan hal membahayakan lainnya.
Hanya menghindari diri dari masalah juga bukan cara baik mengatasi stres. Malah, hal itu dapat memperparah situasi. Otak mengendalikan pikiran manusia dan merespon pada rangsangan lingkungan yang baik atau stimulasi yang menghasilkan kebahagiaan dan kepuasan atau rasa bahagia. Pada saat yang sama, jika lingkungan atau rangsangan berbentuk negatif, pikiran akan menjadi gelisah menyebabkan suatu reaksi negatif pula pada tubuh.
Ada banyak cara untuk menciptakan lingkungan dan perasaan positif serta nyaman. Hal yang sederhana seperti humor telah secara klinis terbukti efektif dalam memerangi stres, malah menambahkan sedikit kebahagiaan dalam hidup Anda.
"Para ahli mengatakan tertawa dapat membantu melemaskan otot-otot yang tegang, memperbanyak oksigen ke dalam sistem, dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, senyum yang sederhana bisa membuat hari terasa berbeda," imbuhnya.
Menurut sebuah ungkapan, "Ketika Anda tersenyum, seluruh dunia ikut tersenyum”. Ketika kita membuat ringan situasi, kita tidak lagi merasa terancam oleh hal itu, sehingga kita terlepas dari situasi tersebut dan memiliki kontrol terhadap lingkungan kita.
Berolahraga juga merupakan salah satu obat terbaik, pencegahan dan penyembuhan untuk stres, kelelahan dan berbagai penyakit seperti trombosis koroner dan kerusakan tulang.
"Pikiran sehat membuat tubuh sehat, demikian sebaliknya. Berjalan atau jogging ringan selama 30 menit, 3-4 kali sepakan baik untuk menjaga kesehatan tubuh," tutupnya.
Tidak ada obat untuk menyembuhkan diabetes. Diabetes hanya dapat dikelola dan dikendalikan. Pengelolaan diabetes dilakukan dengan tiga cara: obat, insulin, diet.
Mengelola diabetes melalui diet berarti menerapkan pola makan seimbang dan membatasi diet secara terkendali. Hal ini berlaku untuk semua penderita diabetes, tidak memandang jenis diabetesnya. Dalam beberapa kasus, pola diet yang baik saja sudah cukup untuk mengendalikan diabetes tipe 2.
Namun, jika Anda menderita diabetes tipe 1 (insulin dependent diabetes), Anda perlu menyeimbangkan asupan makanan dan suntikan insulin untuk mencapai kadar gula darah terbaik Anda. Semua penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan suntikan insulin, tetapi hanya sebagian kecil dari penderita diabetes tipe 2 yang memerlukannya.
Pada intinya, tidak ada diet khusus untuk diabetes. Makanan yang dimakan penderita diabetes adalah makanan yang sama dengan yang dimakan semua orang. Pola makan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes berikut juga baik untuk semua orang. Perbedaannya, pola makan ini jauh lebih penting bagi penderita diabetes, karena tanpanya maka obat-obatan apa pun menjadi tidak efektif:
1. Makan teraturAnda dapat dengan mudah menjaga kadar gula darah di bawah kontrol jika Anda makan secara teratur. Jika Anda mendapatkan insulin, ahli diet atau dokter akan menjelaskan pentingnya menyeimbangkan makanan dengan suntikan dan secara bertahap menemukan cara Anda sendiri agar asupan makanan Anda memproduksi energi. Hal ini mungkin sulit pada awalnya, tapi dengan disiplin yang baik Anda dapat melakukannya. Umumnya, Anda harus mengkonsumsi makanan besar atau makanan ringan setiap 3-4 jam dan mengambil obat-obatan atau suntikan untuk membantu mengendalikan kadar gula Anda. Jika Anda bekerja di malam hari, Anda mungkin perlu makanan tambahan atau makanan ringan.
2. Mengontrol berat badanPenderita diabetes yang kelebihan berat badan sangat dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Anda perlu mengikuti beberapa panduan sederhana berikut untuk menurunkan berat badan. (Ingatlah bahwa satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan adalah mengkonsumsi kalori makanan kurang dari yang Anda butuhkan untuk kegiatan sehari-hari).- Makanlah dengan porsi lebih sedikit
- Kurangi konsumsi makanan yang digoreng dan berlemak
- Kurangi makanan ringan seperti keripik dan biskuit, ganti dengan buah-buahan atau jus tanpa gula
- Tingkatkan aktivitas fisik dan olah raga
3. Makan sumber karbohidrat yang tepatKarbohidrat dicerna di dalam tubuh sehingga menghasilkan glukosa, yang memberikan Anda energi. Ada dua jenis karbohidrat: gula dan tepung.Makanan bergula seperti minuman ringan, permen, cokelat, biskuit manis dan puding sebaiknya dihindari karena sangat cepat menyebabkan lonjakan glukosa darah. Anda dapat memilih makanan/minuman berpemanis buatan seperti sakarin atau aspartam, namun penggunaan berlebihan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Karbohidrat dari tepung seperti nasi, roti, kentang, pasta, sereal dan buah lebih lambat diserap tubuh dan merupakan sumber energi yang baik. Anda dapat mengkonsumsinya secara teratur sepanjang hari.Untuk mengukur seberapa cepat atau lambat sumber karbohidrat meningkatkan glukosa darah, para ahli menggunakan ukuran yang disebut indeks glikemik atau GI. Semakin rendah angka GI, semakin kecil fluktuasi kecil dalam glukosa darah dan kadar insulin yang disebabkan oleh konsumsinya.
4. Pertahankan diet yang seimbangDiet seimbang memungkinkan Anda untuk mengontrol diabetes dan memastikan efektivitas pengobatan Anda. Sebagai panduan, diet Anda harus memenuhi kriteria berikut:- Dua-perlima dari piring Anda harus terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat, sebaiknya juga yang berserat tinggi.
- Dua-perlima dari piring Anda harus terdiri dari sayuran atau buah.
- Seperlima dari piring Anda harus berisi sumber protein, misalnya daging, ikan, telur, tempe atau tahu.
Jika Anda mengikuti diet seimbang, Anda tidak perlu suplemen vitamin atau mineral. Beberapa ahli berpendapat bahwa kekurangan beberapa unsur seperti kromium dan selenium dapat mempercepat komplikasi diabetes. Namun, tidak ada cara untuk mengukur jumlah mereka dalam diet atau tingkat mereka dalam darah Anda. Cara terbaik untuk mendapatkan mereka dalam diet Anda adalah menciptakan keberagaman makanan yang Anda makan.Diet yang sehat berarti kombinasi yang tepat dari makanan yang baik dan mengganti makanan yang berbahaya dengan yang menguntungkan. Jika Anda masih khawatir atau cemas dengan apa yang Anda makan, mintalah nasihat ahli diet atau dokter Anda.