Minggu, 24 Maret 2013

Pembahasan Ciri-ciri Negara Berkembang


    
      Negara-negara berkembang umumnya berada di kawasan Aia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan. Negara-negara yang termasuk kelompok negara berkembang contohnya antara lain Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, dan Brasil.Persebaran Negara Maju dan Berkembang tidak dominan pada suatu wilayah,dan  postingan kali ini tidak sama seperti pada Ciri-Ciri Negara Maju yang lebih banyak membahas tentang kelebihan Negara tersebut,Melainkan pada postingan Ciri-Ciri Negara Berkembang ini lebih banyak membahas tentang kekurangan negara tersebut.Kira-kira kenapa ya? mungkin karena negara-negara ini masih perlu banyak belajar dan masih dalam masa perkembangan.Umumnya, negara berkembang memiliki ciri sebagai berikut.
A.   Bekas Jajahan Negara Lain,Terutama Negara-negara Eropa
          Karena penjajahan yang terjadi selama ratusan tahun, tingkat pendidikan di negara berkembang umumnya rendah. Akibatnya penduduk negara berkembang kurang mampu mengembangkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pembangunan. Penjajahan selama ratusan tahun juga telah menyebabkan hilangnya sejumlah kekayaan alam yang dapat dijadikan sumber modal untuk pembangunan.
          Masih banyak dampak kerusakan lain yang diakibatkan oleh penjajahan. Akibat yang paling utama ialah menjadi rendahnya kepercayaan diri bangsa – bangsa yang dijajah untuk dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal ini sulit mengembangkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakatnya.
B.   Produksi Barang Sangat Bertumpu pada hasil Pertanian
          Karena tingkat pendidikannya yang rendah, kemampuan masyarakat dalam melakukan produksi hanya terbatas pada bercocok tanam yang dipelajari secara turun temurun. Hal ini juga merupakan akibat tidak langsung dari penjajahan selama ratusan tahun. Secara umum hasil pertaniannya memiliki nilai komoditas yang rendah karena cepat membusuk dan rusak. Hal ini berbeda dengan hasil industri yang tahan lama dan bernilai tinggi.
          Pertanian yang dilakukan secara tradisional umumnya tidak memberikan hasil yang banyak dan melimpah. Keadaan ini makin memperburuk kualitas hasil pertanian negara-negara berkembang sehingga hasil pertaniannya kurang mampu bersaing dengan hasil-hasil pertanian negara lainnya di pasar internasional. Alternatif untuk mengalihkan tumpuan pada sektor selain sektor pertanian sangat terbatas karena rendahnya pengetahuan masyarakat di luar sektor pertanian.
C.   Memiliki Masalah Tekanan Penduduk
          Tekanan penduduk berkisar pada tingkat penganggurang tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas rendah, kualitas rendah, dan kemiskinan. Negara masih berkonsentrasi pada penanganan maslah-masalah tersebut. Akibatnya pembangunan jadi terbengkalai sehingga negara memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap negara-negara lain yang mau memberikan bantuan.
          Masalah-masalah seperti tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas rendah, kulitas kehidupan rendah, dan kemiskinan berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Sehingga maslah-masalah semacam itu tidak akan dapat diberantas oleh pemerintaha sepanjang maslah perekonomian belum juga dapat diatasi.Di sisi lain, maslah perekonomian juga sangat bergantung pada kualitas kehidupan manusia, sehingga keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Akibatnya, hal itu menjadi maslah yang terus berputar dan tak kunjung usai bila tidak diiringi oleh keinginan keras seluruh penduduknya untuk maju.
D.   Sumber Daya Alam Belum Banyak Dimanfaatkan Secara Maksimal
          Penguasaan teknologi dan pendidikan yang rendah menyebabkan negara berkembang memiliki kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.
          Pengetahuan masyarakat akan potensi yang dimiliki oleh wilayahnya sangat rendah, sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Padahal memanfaatkan sumber daya alam merupakan faktor pendorong kemajuan suatu bangsa.
Sumber daya manusia yang rendah tidak akan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang paling tinggi sekalipun. Karena itu, kemajuan suatu negara sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu ada beberapa negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak namun tergolong ke dalam negara berkembang.
E.   Kekurangan Modal Untuk Melaksanakan Pembangunan
          Modal yang dimiliki negara berkembang cenderung tersedot untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akibatnya modal cepat habis dan tidak ada lagi modal untuk melanjutkan proses pembangunan.
          Adapun pengadaan modal melalui Ekspor dan pemasukkan lainnya tidak dapat berjalan secara optimal karena ketidakmampuan untuk menambah pemasukkan ke kas negara seceara signifikan.
F.   Cenderung Menggantungkan Kehidupan Pada Impor Hasil Industri dan Ekspor Hasil Pertanian
          Kemampuan produksi yang rendah dan hanya mengandalkan sektor pertanian menyebabkan adanya ketidakseimbangan dalam ekspor dan impor. Modal pun banyak tersedot untuk membeli hasil industri. Sementara, pamsukkan hanya mengandalkan hasil ekspor pertanian yang nilainya tidak terlalu tinggi.
          Ketidakseimbangan antara ekspor dan impor menyebabkan tidak seimbaangnya pemasukkan dan pengeluaran. Sehingga, yang terjadi pengeluaran berlebihan tanpa diimbangi pemasukkan yang menyebabkan kas negara terus mengalami defisit atau kerugian. Akibatnya perekonomian negara menjadi tidak stabil yang makin memperparah keadaan.
         
Kurang lebih 80% penduduk dunia saat ini tinggal di negara berkembang. Negara yang termasuk katagori berkembang melibih tiga per empatt dari jumlah seluruh negara di dunia. Negara berkembang umumnya memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Rata-rata tingkat pertumbuhan di negara berkembang mencapai angka 1,6%. Sementara,rata-rata angka pertumbuhan penduduk negara maju hanya 0,1%.Selain itu,negara berkembang umumnya memiliki tingkat kematian dan kelahiran bayi yang tinggi, serta tingkat harapam hidup yang lebih rendah. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan dan nilai gizi yang dikonsumsi penduduk di negara berkembang masih sangat rendah.
Penduduk negara berkembang umumnya tingggal di pedesaan. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Tingkat pendapatan per kapitanya rata-rata sangat rendah.Pendapatan per kapita rata-rata negara berkembang berada di bawah kisaran 5.000 dollar Amerika.Bahkan masih banyak negara berkembang yang pendapatan perkapitanya hanya berada pada kisaran ratusan dollar amerika saja.
Berdasarkan Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa negara-negara berkembang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut.
·         Produksi barang-barang primer seperti pertanian masih dominan.
·         Jumlah pertumbuhan penduduknya tinggi.
·         Jumlah lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada tidak seimbang.
·         Tingkat Produktivitasnya masih rendah.
·         Tingkat kesejahteraan penduduknya rendah.
·         Angka beban Tanggungannya masih tinggi.
·         Kualitas atau tingkat keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya masih rendah.
·         Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita penduduknya masih rendah.
·         Ketergantungan terhadap negara lain tinggi dan mudah terpengaruh.
·         Daya beli masyarakatnya rendah .
·         Tingkat kemiskinan penduduknya masih tinggi.
·         Tingkat pengangguran yang tinggi berdampak pada tingginya angka kriminalitas.

Sumber : Buku IPS untuk SMP dan MT kelas IX yang disusun oleh Siti Wuryani,Diah Pramesti dan Ilmiati.
Sekian Postinagn kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentarJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label